Sakura Loves You

Senin, 14 Desember 2015

TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MAKRO (ESPA 4110)



 HUBUNGAN KONGKRIT ANTARA TINGKAT INVESTASI DENGAN MOTIF PERMINTAAN AKAN UANG (MOTIF TRANSAKSI, SPEKULASI, DAN BERJAGA-JAGA). 

BUAT TULISAN SINGKAT MENGENAI PERMASALAHAN TERSEBUT DALAM FORMAT:
A4 Font TIMES NEW ROMAN 12


JAWABAN

Teori Permintaan Uang Menurut Keynes
Teori keuangan yang dikemukakan Keynes pada umumnya menerangkan 3 hal, yaitu :
1) Tujuan-tujuan masyarakat untuk meminta (menggunakan uang)
2) faktor-faktor yang menentukan tingkat bunga
3) efek perubahan penawaran uang terhadap kegiatan ekonomi negara.

Terkait dengan tujuan-tujuan masyarakat untuk meminta (memegang) uang, maka dapat diklasifikasikan atas 3 motif utama, yaitu :

1. Motif transaksi (transaction motive), motif ini timbul karena uang digunakan untuk melakukan pembayaran secara reguler terhadap transaksi yang dilakukan. Besarnya permintaan uang untuk tujuan transaksi ini ditentukan oleh besarnya tingkat pendapatan (MDt = f(Y), artinya semakin besar tingkat pendapatan yang dihasilkan, maka jumlah uang diminta untuk transaksi juga mengalami peningkatan demikian sebaliknya.

2. Motif berjaga-jaga (precautionary motive), selain untuk membiayai transaksi, maka uang diminta pula oleh masyarakat untuk keperluan di masa mendatang yang sifatnya berjaga-jaga. Besarnya permintaan uang untuk berjaga-jaga ditentukan oleh besarnya tingkat pendapatan pula. Semakin besar tingkat pendapatan permintaan uang untuk berjaga-jaga pun semakin besar. MDp = f(Y).

3. Motif spekulasi (speculation motive), pada suatu sistem ekonomi modern diman lembaga keuangan masyarakat sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat mendorong masyarakatnya untuk menggunakan uangnya bagi kegiatan spekulasi, yaitu disimpan atau digunakan untuk membeli surat-surat berharga, seperti obligasi pemerintah, saham, atau instrumen lainnya. Faktor yang mempengaruhi besarnya permintaan uang dengan motif ini adalah besarnya suku bunga, dividen surat-surat berharga, ataupun capital gain, fungsi permintaannya adalah MDs = f(i).

Dari ketiga motif diatas, maka formula untuk permintaan uang menurut Keynes adalah:
MD = MDt + MDp + MDs

TUGAS 1 PENGANTAR EKONOMI MAKRO (ESPA 4110)



1.       DALAM KEADAAN RESESI PEREKONOMIAN, LANGKAH APA SAJAKAH YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH UNTUK MENGANTISIPASINYA , JIKA DILIHAT DARI SISI MONETER DAN FISKAL.
2.       PERHATIKAN GAMBAR BERIKUT:
  
                                                Gambar 1.2.  Aliran Berputar (Circular Flow)

JELASKAN MENGENAI ALUR HUBUNGAN ANTARA RUMAH TANGGA DAN PERUSAHAAN.
3.       DIKETAHUI DATA SEBAGAI BERIKUT:
·         Pada tingkat pendapatan nasional per tahunnya sebesar Rp. 110 milyar, besarnya konsumsi sebesar Rp. 90 milyar per tahun.
·         Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp. 120 milyar per tahun, besarnya konsumsi per tahunnya Rp. 100 milyar.
Soal:
(a)          Carilah fungsi konsumsinya!
(b)          Break-even point tercapai pada tingkat pendapatan nasional sebesar berapa?



JAWABAN


1.     Dari sisi moneter :
a)     mengatur uang beredar dan tingkat suku bunga dari segi kuantitasnya,
b)      melakukan pasar terbuka, yakni dengan menjual-belikan surat-surat berharga (SBI) yang dimiliki oleh Bank Indonesia, dengan harapan uang yang beredar akan menjadi lebih banyak atau menjadi lebih sedikit sesuai yang diperlukan dalam perekonomian,
c)     merubah tingkat suku bunga diskonto. Cara ini dilakukan sebagai alternatif dari operasi pasar tebuka. Tingkat suku bunga diskonto adalah tingkat suku bunga yang berlaku dalam transaksi moneter antara Bank Indonesia dengan bank umum,
d)    merubah prosentase cadangan minimal yang harus dipenuhi oleh setiap bank umum. Jika bank umum memiliki kelebihan cadangan minimal,maka operasi pasar terbuka akan gagal. Jika ini yang terjadi maka Bank Indonesia masih dapat mengatasinya dengan cara menaikkan prosentase wajib cadangan minimalnya,
e)     mengatur dan menghimbau pihak bank umum/lembaga keuangan lainnya, baik manajemannya maupun produk yang ditawarkan kepada masyarakat guna mendukung kebijaksanaan moneter kuantitatif yang sedang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Bank indonesia akan menghimbau kepada manajeman bank umum untuk tidak memiliki kelebihan cadangan minimal yang telah ditetapkan.

Dari sisi fiskal :
mengatur perekonomian melalui anggaran belanja negara, dan biasanya dikaitkan dengan masalah perpajakan.

2.     -rumahtangga melakukan pembelian barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan untuk konsumsi.
- rumah tangga mendapatkan pendapatan berupa gaji, upah, sewa, dividen, bunga, dll dari perusahaan.
perusahaan menghasilkan produk-produk barupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat.
- perusahaan memberikan penghasilah dan keuntungan kepada rumah tangga barupa gaji, deviden, sewa, upah, bunga, dsb.

a)     b = MPC = ∆C / ∆Y = (100-90)/(120-110) = 1
C     = a + b.Y         =>      C = -20+Y     (fungsi konsumsi)
90   = a + 1.110
 90 – 110 = a
a     = -20

b)    Tingkat pendapatan pendapatan break-even (break-even level of income), yaitu tingkat pendapatan dimana besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran untuk konsumsi.
Y – C = 0
Y – (-20+Y)= 0
Y + 20 – Y = 0
Y = 0     => break-even point




    

Selasa, 17 November 2015

TUGAS 3 MANAJEMEN KEUANGAN (EKMA 4213)



Soal 1
PT Primatama memiliki struktur modal sebagai berikut :

Jumlah
Proporsi
Utang Jangka Panjang
Rp. 2.100.000.000
35%
Saham Preferen
Rp.900.000.000
15%
Saham Biasa
Rp. 2.000.000.000
33,33%
Laba Ditahan
Rp. 1.000.000.000
16,67%
Total Modal
Rp. 6.000.000.000

Saham preferen terdiri dari 50.000 lembar
Saham biasa terdiri dari 200.000 lembar dengan nominal Rp. 10.000 per lembar kurs 95% dan dividen diharapkan sebesar Rp. 1.800 dengan tingkat pertumbuhan dividen 4% dan pajak 40%.
Pertanyaan :
1.Hitunglah biaya modal rata-rata tertimbang

Jawab :

Keterangan:
WACC = biaya modal rata-rata tertimbang
wd = persentase hutang dari modal
wp = persentase saham preferen dari modal
Ws = persentase saham biasa atau laba ditahan dari modal
Kd = biaya hutang
Kp = biaya saham preferen
Ks = biaya laba ditahan
Ke = biaya saham biasa baru
T = pajak (dalam persentase)

WACC = Ka = wd.Kd (1-T) + wp.Kp + Ws (Ks atau Ke)
                    = 35% x 2.100.000.000 (1 - 40%) + 15% x 900.000.000 + 16,67% (1.000.000.000)
                    = 35% X (2.100.000.000 - 840.000.000)+ 135.000 + 166.700.000
                   = 35% X 1.260.000.000 +  166.835.000
                   = 607.835.000

2.Perusahaan ingin menambah modal sebesar Rp. 1.500.000.000 dan komposisi struktur modal akan dipertahankan. Berapa besarnya modal masing-masing sumber yang harus dilakukan apabila biaya modal rata-rata akan dipertahankan?

Jawab :

Jumlah
Proporsi
Utang Jangka Panjang
Rp. 2.625.000.000
35%
Saham Preferen
Rp.1.125.000.000
15%
Saham Biasa
Rp. 2.499.750.000
33,33%
Laba Ditahan
Rp. 1.250.250.000
16,67%
Total Modal
Rp. 7.500.000.000



Soal 2
PT. ABC menjual 1.000.000 lembar obligasi, tingkat bunga 10 % pertahun, Nominal obligasi Rp20.000,- harga jual obligasi sama dengan nominal.Obligasi tersebut akan jatuh tempo 5 tahun.Apabila tarif pajak sebesar 40 % maka hitunglah biaya utang setelah pajak.
Jawab :
Biaya hutang setelah pajak = 10% (1- 40%)
                                                 = 6%
Soal 3
PT. AXEL membagikan dividen pada tahun pertama sebesar Rp 1.000,-, dividen tersebut diperkirakan akan mengalamipertumbuhan dengan tingkat pertumbuhan 5 % per tahun.Saham dengan nilai nominal Rp 10.000,- tersebut terjual dengan harga Rp 10.000,-.Berapa biaya modal sendiri.
Jawab :
Dimana :
Ke        =  tingkat keuntungan yang disyaratkan investor
D          =  dividen
P0        =  harga pasar saham

Ke =
     = 1.000/10.000 + 5%
     = 10% + 5% = 15%

Soal 4
Berikut ini adalah data struktur modal pada PT. Alamoka, seperti berikut :
Sumber dana
Jumlah
Biaya modal Setelah pajak
Hutang
Saham preferen
Saham biasa
Laba ditahan
50.000.000
30.000.000
40.000.000
80.000.000
16,00 %
21,00 %
24,50 %
22,00 %
Pertanyaan :
Hitunglah biaya modal rata-rata tertimbang !
Jawab :
SUMBER DANA
JUMLAH
KOMPOSISI
BIAYA MODAL SETELAH PAJAK
RATA-RATA TERTIMBANG
Hutang
50.000.000
0,25
16%
4%
Saham Preferen
30.000.000
0,15
21%
3,15%
Saham Biasa
40.000.000
0,20
24,5%
4,9%
Laba DItahan
80.00.000
0,40
22%
8,8%
Total modal untuk investasi
200.000.000

Biaya modal rata-rata tertimbang
20,85%

Perhitungan :
Komposisi hutang : 50.000.000/200.000.000 = 0,25

Rata rata tertimbang = komposisi x biaya modal setelah pajak