1.
Sejalan
dengan kehidupan modern yang sangat membutuhkan fungsi baterai untuk
penggunaan barang-barang elektronik, maka saat ini banyak produsen
baterai yang meluncurkan baterai isi ulang. Menghadapi kondisi
permintaan tersebut, upaya apa yang telah dilakukan perusahaan?
√. developmental
marketing
B. remarketing
C. syncromarketing
D. conversional marketing
2. Jumlah kelompok
umur berusia remaja saat ini semakin besar. Generasi ini mempunyai preferensi
sendiri dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Saat ini perusahaan
menjadi sadar bahwa remaja merupakan segmen menarik untuk dituju dan dapat
menghasilkan keuntungan. Berbagai produk dapat
ditawarkan antara lain fashion, aksesoris, dan majalah. Faktor lingkungan apa
yang diperhatikan perusahaan dalam menawarkan produk tersebut?
A.
politik
√
sosial
C.
demografi
D.
ekonomi
3. Jamu
sebagai ramuan tradisional sebelum ini merupakan produk yang kurang bergengsi
dan dipersepsi oleh masyarakat kelas menengah Indonesia sebagai obat murah
dengan kualitas rendah. Berbagai kondisi tersebut menjadikan industri jamu
tertantang untuk maju dan melakukan terobosan dengan mengangkat gengsi jamu
agar dapat setara dengat obat, atau paling tidak menjadi pengobatan
alternatif yang teruji secara klinis. Pada kondisi permintaan apa produk jamu
tersebut?
√.
fluktuatif
B. negatif
C. laten
D. tidak sehat
4. Dalam menghadapi persaingan yang semakin tajam,
saat ini banyak perusahaan yang menawarkan produk yang secara spesifik dan
tepat dapat memenuhi keinginan target pasar sehingga dapat memuaskan
pelanggan. Untuk itu perusaahaan telah menerapkan ……
√konsep pemasaran
5. Konsep apa menjadi
dasar perusahaan untuk menawarkan produk yang dapat menjawab pertanyaan
tentang apa, dimana, bagaimana, kapan dan seberapa banyak?
√segmentasi pasar
6. Pada pasar mobil
premium, faktor apa yang perlu diperhatikan pemasar dalam meluncurkan mobil
dengan konsep mewah?
√ nilai sosial, pendapatan,
gaya hidup
B. alam, politik, ekonomi
C. budaya, keluarga, kelompok referensi
D. sikap dan keyakinan
7. Aktivitas dan
habit belanja kalangan menengah-atas yang suka berkunjung ke supermarket
dan hipermarket atau window shopping menjadi incaran pemasar dengan
menawarkan produk berkualitas. Faktor apa yang menjadi perhatian pemasar
untuk memenuhi habit pasar middle-up tersebut?
√ keluarga
B. budaya
C. gaya
hidup
D. ekonomi
8. Pembeli merupakan
raja. Perusahaan perlu memberikan berbagai informasi yang selengkap mungkin
untuk mendukung pengambilan keputusan beli konsumen agar tidak terjadi
komplain. Saat ini banyak sekali beredar obat palsu di pasaran sehingga
konsumen menjadi dirugikan. Dalam hal ini pemasar perlu memperhatikan konsep
...
A.
segmentasi
pasar
B.
positioning
√. konsumerisme
D.
produksi
9. Pengadaan kartu
member dengan tingkatan tertentu terutama pada bisnis perbankan yang
menawarkan pelayanan yang berbeda pada pemegang kartu merupakan contoh
penerapan faktor pengaruh pada kelompok …
A. aspirasi
√ kenggotaan
C. diasasosiatif
D. pelopor opini
10. Penggunaan tokoh
terkenal atau endorser seperti Agnes Monica dalam penawaran suatu merek motor
merupakan contoh upaya perusahaan dalam membangitkan pengaruh pribadi pada
keputusan beli konsumen. Penggunaan endorser pada pengiklanan produk ini
sebagai contoh penggunaan …
√ opinion leader
B. opinion follower
C. diasasosiatif group
D. membership group
|
Rabu, 24 Februari 2016
TUGAS 1 MANAJEMEN PEMASARAN (EKMA 4216)
TUGAS 3 MANAJEMEN OPERASI (EKMA 4215)
1. Jelaskan manfaat manajemen kualitas yang Anda
ketahui.
·
Manfaat Manajemen Kualitas Total
-
Bagi Pelanggan
1.
Sedikit atau bahkan tidak memiliki
masalah dengan produk atau pelayanan.
2.
Kepedulian terhadap pelanggan lebih
baik atau pelanggan lebih diperhatikan.
3.
Kepuasan pelanggan terjamin.
-
Bagi Organisasi
1.
Terdapat perubahan kualitas produk dan
pelayanan.
2.
Produktivitas meningkat.
3.
Biaya turun.
4.
Produk cacat berkurang.
5.
Permasalahan dapat diselesaikan dengan
cepat.
-
Bagi Staf Organisasi
1.
Pemberdayaan.
2.
Lebih terlatih dan berkemampuan.
3.
Lebih dihargai dan diakui.
1.
Pengertian pendekatan
2. Jelaskan mengenai pendekatan kualitas dan bahan baku.
Pengertian
pengendalian kualitas dapat diartikan sebagai berikut :
1. Pengendalian kualitas merupakan alat
bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila diperlukan,
mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah bahan yang
rusak. (Sukanto, 2000 : 245)
2. Pengendalian kualitas merupakan upaya
mengurangi kerugian-kerugian akibat produk rusak dan banyaknya sisa produk atau
scrap. (Handoko, 2000 : 435)
3. Pengendalian kualitas merupakan usaha
untuk mempertahankan mutu atau kualitas dari barang yang dihasilkan, agar
sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijakan
pimpinan perusahaan. (Assauri, 1999 : 210)
Berdasarkan
beberapa pengertian pengendalian kualitas diatas dapat disimpulkan bahwa pengendalian
kualitas merupakan alat yang penting bagi manajemen produksi untuk menjaga,
memelihara, memperbaiki dan mempertahankan kualitas produk agar sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan.
Pengertian
Pendekatan Bahan Baku Dalam pendekatan bahan baku untuk pengendalian kualitas,
terdapat beberapa hal yang sebaiknya dikerjakan oleh manajemen perusahaan agar
bahan baku yang diterima perusahaan yang bersangkutan dapat dijaga kualitasnya.
Beberapa hal tersebut antara lain :
a. Seleksi sumber bahan baku
Seleksi
sumber bahan baku merupakan tahap penting dalam pengendalian kualitas. Seleksi
sumber bahan baku ini dapat digunakan beberapa cara seperti :
1) Pengalaman hubungan pada waktu yang
lalu
Dari
pengalaman berhubungan dengan para pemasok pada waktu-waktu yang telah lalu
tersebut manajemen perusahaan yang bersangkutan akan dapat mengetahui
karakteristik dan kebiasaan dari masing-masing pemasok.
2) Evaluasi dengan daftar pertanyaan
Hal ini
akan dijumpai didalam beberapa perusahaan yang baru, atau belum lama beroperasi
sehingga pengalaman hubungan dengan para pemasok bahan ini belum dapat
dijadikan dasar untuk penyusunan daftar urutan prioritas para pemasok bahan.
3) Penelitian kualitas produk
Cara yang
lain yang dapat dilaksanakan untuk mengetahui karakteristik masing-masing
pemasok adalah dengan jalan mengadakan penelitian terhadap kualitas para
perusahaan pemasok bahan baku yang ada.
b. Pemeriksaan dokumen pembelian
Dokumen
yang dibuat dalam rangka pengadaan bahan baku pada suatu perusahaan akan
merupakan dokumen yang sangat penting didalam hubungannya dengan pengendalian
kualitas bahan baku yang dilaksanakan didalam perusahaan yang bersangkutan.
Apabila perusahaan yang akan memerlukan bahan baku ini sudah menentukan
perusahaan pemasok yang akan mengirimkan bahan baku tersebut, maka hal
berikutnya yang perlu untuk dilaksanakan adalah mengadakan pemeriksaan terhadap
dokumen pembelian yang ada.
c. Pemeriksaan penerimaan bahan
3. Jelaskan mengenai pendekatan proses dan produk akhir.
Pendekatan
proses adalah untuk memudahkan pengukuran dan pengendalian kinerja setiap
metoda tahapan proses dan pencapaian kriteria mutunya, disamping untuk
memudahkan pihak manajemen menyediakan sumber daya yang cukup, termasuk
kemampuan mengelola transformasi dari masukan menjadi keluaran sesuai
spesifikasi yang ditetapkan. Perlu menjadi perhatian, bahwa keluaran dari suatu
proses juga merupakan masukan bagi proses selanjutnya. Dengan mengetahui setiap
tahapan proses, maka perbaikan berkelanjutan dapat dilakukan dengan efektif untuk
meningkatkan kinerja instansi atau badan usaha tersebut.
Pendekatan produk akhir merupakan upaya perusahaan untuk
mempertahankan kualitas produk yang dihasilkannya dengan melihat produk akhir
yang menjadi hasil dari perusahaan tersebut. Dalam pendekatan ini perlu
dibicarakan langkah yang diambil untuk dapat mempertahankan produk sesuai
dengan standar kualitas yang berlaku.Pelaksanaan pengendalian kualitas dengan
pendekatan produk akhir dapat dilakukan dengan cara memeriksa seluruh produk
akhir yang akan dikirimkan kepada para distributor atau toko pengecer. Dengan
demikian apabila ada produk yang cacat atau mempunyai kualitas dibawah standar
yang ditetapkan maka perusahaan dapat memisahkan produk ini dan tidak ikut
dikirimkan kepada para konsumen.
4. Jelaskan mengenai Total Quality Management (TQM) dan Total Quality
Control (TQC) yang Anda ketahui.
- Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada pelanggan dengan memperkenalkan perubahan manajemen secara sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk, dan pelayanan suatu organisasi. Proses Total Quality Management bermula dari pelanggan dan berakhir pada pelanggan pula.
Konsep
Total Quality Management berasal dari tiga kata yaitu total, quality, dan management.
Fokus utama dari TQM adalah kualitas/ mutu. Mutu sebagai tercukupinya kebutuhan
(conformance to requirement)
Total
Quality Management (TQM) merupakan suatu konsep manajemen modern yang berusaha
untuk memberi kan respon secara tepat terhadap setiap perubahan yang ada, baik
yang didorong oleh kekuatan eksternal maupun internal organisasi. Dasar
pemikiran peiunya TQM sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat
bersaing unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang
terbaik. Oleh karena itu, Total Quality Management (TQM) merupakan teori ilmu
manajemen yang mengarahkan pimpinan organisasi dan personilnya untuk melakukan
program perbaikan mutu secara berkesinambungan yang terfokus pada pencapaian
kepuasan para pelanggan.
- Total Quality Control (TQC) adalah
suatu sistem yang memadukan pengembangan pemeliharaan, perbaikan mutu usaha
secara menyeluruh untuk mencapai produksi pada tingkat yang paling ekonomis dan
dapat memenuhi kepuasan pelanggan (konsumen).
Dalam penerapannya,
TQC membutuhkan partisipasi dari semua orang (karyawan) dan melibatkan semua
fungsi departemen yang ada di dalam suatu perusahaan atau disebut dengan
Company Wide Quality Control (pengendalian mutu perusahaan secara menyeluruh).
TUGAS 2 MANAJEMEN OPERASI (EKMA 4215)
1.Jelaskan
definisi dan konsep dasar dari Just In Time.
Sistem produksi
tepat waktu (Just In Time) adalah sistem produksi atau sistem
manajemenfabrikasi modern yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang
yang pada prinsipnyahanya memproduksi jenis-jenis barang yang diminta sejumlah
yang diperlukan dan pada saatdibutuhkan oleh konsumen. Just In Time (JIT)
adalah suatu keseluruhan filosofi operasimanajemen dimana segenap sumber daya,
termasuk bahan baku dan suku cadang, personalia,dan fasilitas dipakai sebatas
dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas danmengurangi
pemborosan.
Just In Time
didasarkan pada konsep arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap
bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen-komponen lainnya.Konsep
dasar JIT adalah sistem produksi Toyota, yaitu suatu metode untuk menyesuaikan
diri terhadap perubahan akibat adanya gangguan dan perubahan permintaan, dengan
cara membuatsemua proses dapat menghasilkan produk yang diperlukan, pada waktu
yang diperlukan dandalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.
2.Jelaskan
bagaimana persediaan dalam system Just In Time.
Persediaan JIT
adalah untuk sistem persediaan yang dirancang guna mendapatkan barang
secaratepat waktu. Pada persediaan JIT mensyaratkan bahwa proses atau orang
yang membuat unit-unitrusak dapat dikirim untuk menunggu pengerjaan ulang atau menjadi
bahan sisa. Sistim JITmenghapus kebutuhan akan persediaan karena tidak ada
produksi sampai barang akan dijual. Halini berarti bahwa perusahaan harus
mempunyai pesanan terus menerus agar dapat berproduksiDalam system JIT
menerapkan untuk membeli barang hanya dalam kuantitas yang dibutuhkansaja.
Untuk itu perusahaan harus mengikat kontrak panjang kepada pemasok agar
bersediamengirimkan barang yang kita pesan sesering mungkin. Hal ini agar tidak
adanya persediaan digudang. Produksi JIT merupakan suatu sistem dimana tiap
komponen dalam jalur produksimenghasilkan secepatnya saat diperlukan dalam
langkah selanjutnya dalam jalur produksi.Perusahaan harus memproduksi barang
sesuai dengan jumlah pesanan agar tidak adanya persediaan.
3.Jelaskan
mengenai pull system dan push system serta perbedaannya.
Pull system
adalah aksi untuk melayani permintaan. pull system sebagai suatu proses
produksiyang mengalir dengan ekspektasi inventori sekecil mungkin.Push system
adalah aksi untuk mengantisipasi kebutuhan, push system dengan prosesmanajemen
dalam upaya mengurangi risiko stock-out.Perbedaan pull system dan push system
yaitu bahwa sistem manufaktur push membutuhkanketersediaan inventori untuk
mendukung kelancaran proses produksi, sedangkan sistemmanufaktur pull menghendaki
ketiadaan inventori karena dipandang sebagai beban biaya
4.Berikan
contoh dari pull system dan push system yang Anda ketahui.
Contoh dari
pull system dan push system adalah pada pull system, sebuah mesin melakukan
proses produksi hanya jika ada permintaan dari mesin yang akan melakukan proses
selanjutnya.Sebaliknya pada push system,sebuah mesin melakukan proses produksi
tanpa harus menunggu permintaan dari mesin yang akan melakukan proses
berikutnya
5.Jelaskan
mengenai Kanban serta Fungsi dan aturan Kanban yang Anda ketahui.
Kanban dalam
bahasa jepang berarti “Visual record or signal”. Sistem produksi JITmenggunakan
aliran informasi berupa kanban yang berbentuk kartu atau peralatan
lainnyaseperti bendera,lampu dan lain-lain. Sistem kanban adalah suatu sistem
informasi yang secaraharmonis mengendalikan “produksi produk yang diperlukan
dalam jumlah yang diperlukan padawaktu yang diperlukan” dalam tiap proses
manufakturing dan juga diantara perusahaan. MenurutTaiichi Ohno, Kanban adalah
suatu alat untuk mengendalikan produksi”, yang digunakan dalammengendalikan
aliran-aliran material melalui sistem produksi JIT dengan menggunakan
kartu-kartu untuk memerintahkan suatu work center memindahkan dan menghasilkan
material ataukomponen tertentu.
Fungsi Kanban :Kanban dalam sistem produksi Just In Time (JIT)
mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
a) Memberikan
informasi pengambilan dan pengangkatan
b) Memberikan
informasi produksi
c) Berlaku
sebagai perintah kerja yang ditempelkan langsung pada barang
d) Mencegah
produk cacat dengan mengenali proses yang membuat cacat.
e) Mengungkap
masalah yang ada dan mempertahankan pengendalian persediaan.
f) Pengendalian
visual (visual control)
g) Perbaikan
proses dan operasi manual.h) Alat untuk melakukan improvement
Aturan – aturan Kanban :
Peraturan
1:
Proses berikutnya
harus menarik (mengambil) produk yang diperlukan dari proses sebelumnyadalam
jumlah yang diperlukan dan pada saat yang diperlukan (sesuai dengan yang
tercantumdalam kanban). Syarat penting untuk peraturan pertama ini adalah
pelancaran produksi yaitu produksi harianyang ditingkatkan dan jumlah lot 1
unit, diperlukan untuk dapat ditarik dengan lancar dari prosessebelumnya. Sub
peraturan yang harus dipenuhi antara lain:
1. Setiap
pengambilan tanpa kanban harus dilarang
2. Setiap
pengambilan yang lebih besar dari jumlah kanban harus dilarang3. Kanban yang
harus ditampilkan pada produk fisik.
Peraturan
2:
Produk yang rusak
tidak boleh diteruskan ke proses berikutnya.Jika suatu produk rusak ditemukan
oleh proses berikutnya, maka proses berikut ini akanmenghentikan lininya,
karena tidak memiliki persediaan, dan akan mengirim kembali produk yang rusak
ini kepada proses sebelumnya
Peraturan
3:
Jumlah kanban
harus sekecil mungkin.Mengingat jumlah kanban menyatakan persediaan maksimum
suatu suku cadang, maka jumlahini harus dijaga sekecil mungkin. Toyota
menganggap tambahan tingkat persediaan sebagai asal mula semua jenis
pemborosan.
Peraturan 4:
1. Sistem kanban
harus dipergunakan untuk menyesuaikan dengan fluktuasi permintaan yang kecil
saja (penyetelan produksi dengan kanban). Penyetelan produksi dengan
kanban,mempunyai arti sebagai berikut: Keadaan dimana tidak ada perubahan beban
produksi seluruhnya dalam sehari, tetapi hanya perubahan jenis, tanggal
penyerahan, dan jumlahnya. Dalamhubungan ini, sistem kanban dapat dianggap
sebagai alat yang paling ekonomis untuk suatusistem informasi.
2. Keadaan dimana
ada perubahan jangka pendek dalam beban produksi sehari-hari, meskipun jumlah
bulanan tetap sama. Untuk keadaan ini frekuensi gerakan kanban akan
ditingkatkan atau dikurangi. Keadaan dimana ada perubahan permintaan musiman
atau perubahan permintaan bulanan di luar beban yang sudah ditentukan. Untuk
keadaan ini jumlah kanban harus ditambahi atau dikurangi, dan pada waktu
bersamaan semua lini produksi harus diatur kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)