Sakura Loves You

Rabu, 24 Februari 2016

TUGAS 1 MANAJEMEN PEMASARAN (EKMA 4216)




1.     Sejalan dengan kehidupan modern yang sangat membutuhkan fungsi baterai untuk penggunaan barang-barang elektronik, maka saat ini banyak produsen baterai  yang meluncurkan baterai isi ulang. Menghadapi kondisi permintaan tersebut, upaya apa yang telah dilakukan perusahaan?
√.     developmental marketing
B.     remarketing
C.     syncromarketing
D.     conversional marketing 

2.     Jumlah kelompok umur berusia remaja saat ini semakin besar. Generasi ini mempunyai preferensi sendiri dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Saat ini perusahaan menjadi sadar bahwa remaja merupakan segmen menarik untuk dituju dan dapat menghasilkan keuntungan. Berbagai produk dapat ditawarkan antara lain fashion, aksesoris, dan majalah. Faktor lingkungan apa yang diperhatikan perusahaan dalam menawarkan produk tersebut?
A.      politik
√     sosial
C.     demografi
D.     ekonomi

 3. Jamu sebagai ramuan tradisional sebelum ini merupakan produk yang kurang bergengsi dan dipersepsi oleh masyarakat kelas menengah Indonesia sebagai obat murah dengan kualitas rendah. Berbagai kondisi tersebut menjadikan industri jamu tertantang untuk maju dan melakukan terobosan dengan mengangkat gengsi jamu agar dapat setara dengat obat, atau paling tidak menjadi pengobatan alternatif yang teruji secara klinis. Pada kondisi permintaan apa produk jamu tersebut?
√.     fluktuatif
B.     negatif
C.     laten
D.     tidak sehat

 4.    Dalam menghadapi persaingan yang semakin tajam, saat ini banyak perusahaan yang menawarkan produk yang secara spesifik dan tepat dapat memenuhi keinginan target pasar sehingga dapat memuaskan pelanggan. Untuk itu perusaahaan telah menerapkan ……
  1. bauran promosi
  2. konsep produk
  3. bauran pemasaran
√konsep pemasaran





5.     Konsep apa menjadi dasar perusahaan untuk menawarkan produk yang dapat menjawab pertanyaan tentang apa, dimana, bagaimana, kapan dan seberapa banyak?
  1. perilaku konsumen
  2. konsep pemasaran kemasyarakatan
  3. bauran promosi
√segmentasi pasar

6.     Pada pasar mobil premium, faktor apa yang perlu diperhatikan pemasar dalam meluncurkan mobil dengan konsep mewah?
√ nilai sosial, pendapatan, gaya hidup
B. alam, politik, ekonomi
C. budaya, keluarga, kelompok referensi
D. sikap dan keyakinan

7.     Aktivitas dan habit belanja kalangan menengah-atas yang suka berkunjung ke supermarket dan hipermarket atau window shopping menjadi incaran pemasar dengan menawarkan produk berkualitas. Faktor apa yang menjadi perhatian pemasar untuk memenuhi habit  pasar middle-up tersebut?
√ keluarga
B. budaya
C. gaya hidup
D. ekonomi

 8.    Pembeli merupakan raja. Perusahaan perlu memberikan berbagai informasi yang selengkap mungkin untuk mendukung pengambilan keputusan beli konsumen agar tidak terjadi komplain. Saat ini banyak sekali beredar obat palsu di pasaran sehingga konsumen menjadi dirugikan. Dalam hal ini pemasar perlu memperhatikan konsep ...
A.      segmentasi pasar
B.     positioning
√.     konsumerisme
D.     produksi

9.     Pengadaan kartu member dengan tingkatan tertentu terutama pada bisnis perbankan yang menawarkan pelayanan yang berbeda pada pemegang kartu merupakan contoh penerapan faktor pengaruh pada kelompok …
A. aspirasi
√ kenggotaan
C. diasasosiatif
D. pelopor opini

10.  Penggunaan tokoh terkenal atau endorser seperti Agnes Monica dalam penawaran suatu merek motor merupakan contoh upaya perusahaan dalam membangitkan pengaruh pribadi pada keputusan beli konsumen. Penggunaan endorser pada pengiklanan produk ini sebagai contoh penggunaan …
√ opinion leader
B. opinion follower
C. diasasosiatif group
D. membership group





TUGAS 3 MANAJEMEN OPERASI (EKMA 4215)



1. Jelaskan manfaat manajemen kualitas yang Anda ketahui.
·         Manfaat Manajemen Kualitas Total
-          Bagi Pelanggan
1.      Sedikit atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk atau pelayanan.
2.      Kepedulian terhadap pelanggan lebih baik atau pelanggan lebih diperhatikan.
3.      Kepuasan pelanggan terjamin.
-          Bagi Organisasi
1.      Terdapat perubahan kualitas produk dan pelayanan.
2.      Produktivitas meningkat.
3.      Biaya turun.
4.      Produk cacat berkurang.
5.      Permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat.
-          Bagi Staf Organisasi
1.      Pemberdayaan.
2.      Lebih terlatih dan berkemampuan.
3.      Lebih dihargai dan diakui.
1.       Pengertian pendekatan

2. Jelaskan mengenai pendekatan kualitas dan bahan baku.
Pengertian pengendalian kualitas dapat diartikan sebagai berikut :
1.         Pengendalian kualitas merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila diperlukan, mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah bahan yang rusak. (Sukanto, 2000 : 245)
2.         Pengendalian kualitas merupakan upaya mengurangi kerugian-kerugian akibat produk rusak dan banyaknya sisa produk atau scrap. (Handoko, 2000 : 435)
3.         Pengendalian kualitas merupakan usaha untuk mempertahankan mutu atau kualitas dari barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijakan pimpinan perusahaan. (Assauri, 1999 : 210)
Berdasarkan beberapa pengertian pengendalian kualitas diatas dapat disimpulkan bahwa pengendalian kualitas merupakan alat yang penting bagi manajemen produksi untuk menjaga, memelihara, memperbaiki dan mempertahankan kualitas produk agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Pengertian Pendekatan Bahan Baku Dalam pendekatan bahan baku untuk pengendalian kualitas, terdapat beberapa hal yang sebaiknya dikerjakan oleh manajemen perusahaan agar bahan baku yang diterima perusahaan yang bersangkutan dapat dijaga kualitasnya. Beberapa hal tersebut antara lain :
a.         Seleksi sumber bahan baku
Seleksi sumber bahan baku merupakan tahap penting dalam pengendalian kualitas. Seleksi sumber bahan baku ini dapat digunakan beberapa cara seperti :
1)         Pengalaman hubungan pada waktu yang lalu
Dari pengalaman berhubungan dengan para pemasok pada waktu-waktu yang telah lalu tersebut manajemen perusahaan yang bersangkutan akan dapat mengetahui karakteristik dan kebiasaan dari masing-masing pemasok.
2)         Evaluasi dengan daftar pertanyaan
Hal ini akan dijumpai didalam beberapa perusahaan yang baru, atau belum lama beroperasi sehingga pengalaman hubungan dengan para pemasok bahan ini belum dapat dijadikan dasar untuk penyusunan daftar urutan prioritas para pemasok bahan.
3)         Penelitian kualitas produk
Cara yang lain yang dapat dilaksanakan untuk mengetahui karakteristik masing-masing pemasok adalah dengan jalan mengadakan penelitian terhadap kualitas para perusahaan pemasok bahan baku yang ada.

b.         Pemeriksaan dokumen pembelian
Dokumen yang dibuat dalam rangka pengadaan bahan baku pada suatu perusahaan akan merupakan dokumen yang sangat penting didalam hubungannya dengan pengendalian kualitas bahan baku yang dilaksanakan didalam perusahaan yang bersangkutan. Apabila perusahaan yang akan memerlukan bahan baku ini sudah menentukan perusahaan pemasok yang akan mengirimkan bahan baku tersebut, maka hal berikutnya yang perlu untuk dilaksanakan adalah mengadakan pemeriksaan terhadap dokumen pembelian yang ada.
c.         Pemeriksaan penerimaan bahan

3. Jelaskan mengenai pendekatan proses dan produk akhir.
Pendekatan proses adalah untuk memudahkan pengukuran dan pengendalian kinerja setiap metoda tahapan proses dan pencapaian kriteria mutunya, disamping untuk memudahkan pihak manajemen menyediakan sumber daya yang cukup, termasuk kemampuan mengelola transformasi dari masukan menjadi keluaran sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Perlu menjadi perhatian, bahwa keluaran dari suatu proses juga merupakan masukan bagi proses selanjutnya. Dengan mengetahui setiap tahapan proses, maka perbaikan berkelanjutan dapat dilakukan dengan efektif untuk meningkatkan kinerja instansi atau badan usaha tersebut.
Pendekatan produk akhir merupakan upaya perusahaan untuk mempertahankan kualitas produk yang dihasilkannya dengan melihat produk akhir yang menjadi hasil dari perusahaan tersebut. Dalam pendekatan ini perlu dibicarakan langkah yang diambil untuk dapat mempertahankan produk sesuai dengan standar kualitas yang berlaku.Pelaksanaan pengendalian kualitas dengan pendekatan produk akhir dapat dilakukan dengan cara memeriksa seluruh produk akhir yang akan dikirimkan kepada para distributor atau toko pengecer. Dengan demikian apabila ada produk yang cacat atau mempunyai kualitas dibawah standar yang ditetapkan maka perusahaan dapat memisahkan produk ini dan tidak ikut dikirimkan kepada para konsumen.

4. Jelaskan mengenai Total Quality Management (TQM) dan Total Quality
    Control (TQC) yang Anda ketahui.


-           Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada pelanggan dengan memperkenalkan perubahan manajemen secara sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk, dan pelayanan suatu organisasi. Proses Total Quality Management bermula dari pelanggan dan berakhir pada pelanggan pula.
Konsep Total Quality Management berasal dari tiga kata yaitu total, quality, dan management. Fokus utama dari TQM adalah kualitas/ mutu. Mutu sebagai tercukupinya kebutuhan (conformance to requirement)
Total Quality Management (TQM) merupakan suatu konsep manajemen modern yang berusaha untuk memberi kan respon secara tepat terhadap setiap perubahan yang ada, baik yang didorong oleh kekuatan eksternal maupun internal organisasi. Dasar pemikiran peiunya TQM sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat bersaing unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Oleh karena itu, Total Quality Management (TQM) merupakan teori ilmu manajemen yang mengarahkan pimpinan organisasi dan personilnya untuk melakukan program perbaikan mutu secara berkesinambungan yang terfokus pada pencapaian kepuasan para pelanggan.

-           Total Quality Control (TQC) adalah suatu sistem yang memadukan pengembangan pemeliharaan, perbaikan mutu usaha secara menyeluruh untuk mencapai produksi pada tingkat yang paling ekonomis dan dapat memenuhi kepuasan pelanggan (konsumen).
Dalam penerapannya, TQC membutuhkan partisipasi dari semua orang (karyawan) dan melibatkan semua fungsi departemen yang ada di dalam suatu perusahaan atau disebut dengan Company Wide Quality Control (pengendalian mutu perusahaan secara menyeluruh).


TUGAS 2 MANAJEMEN OPERASI (EKMA 4215)



1.Jelaskan definisi dan konsep dasar dari Just In Time.
Sistem produksi tepat waktu (Just In Time) adalah sistem produksi atau sistem manajemenfabrikasi modern yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang yang pada prinsipnyahanya memproduksi jenis-jenis barang yang diminta sejumlah yang diperlukan dan pada saatdibutuhkan oleh konsumen. Just In Time (JIT) adalah suatu keseluruhan filosofi operasimanajemen dimana segenap sumber daya, termasuk bahan baku dan suku cadang, personalia,dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas danmengurangi pemborosan.
Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen-komponen lainnya.Konsep dasar JIT adalah sistem produksi Toyota, yaitu suatu metode untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan akibat adanya gangguan dan perubahan permintaan, dengan cara membuatsemua proses dapat menghasilkan produk yang diperlukan, pada waktu yang diperlukan dandalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.
2.Jelaskan bagaimana persediaan dalam system Just In Time.
Persediaan JIT adalah untuk sistem persediaan yang dirancang guna mendapatkan barang secaratepat waktu. Pada persediaan JIT mensyaratkan bahwa proses atau orang yang membuat unit-unitrusak dapat dikirim untuk menunggu pengerjaan ulang atau menjadi bahan sisa. Sistim JITmenghapus kebutuhan akan persediaan karena tidak ada produksi sampai barang akan dijual. Halini berarti bahwa perusahaan harus mempunyai pesanan terus menerus agar dapat berproduksiDalam system JIT menerapkan untuk membeli barang hanya dalam kuantitas yang dibutuhkansaja. Untuk itu perusahaan harus mengikat kontrak panjang kepada pemasok agar bersediamengirimkan barang yang kita pesan sesering mungkin. Hal ini agar tidak adanya persediaan digudang. Produksi JIT merupakan suatu sistem dimana tiap komponen dalam jalur produksimenghasilkan secepatnya saat diperlukan dalam langkah selanjutnya dalam jalur produksi.Perusahaan harus memproduksi barang sesuai dengan jumlah pesanan agar tidak adanya persediaan.
3.Jelaskan mengenai pull system dan push system serta perbedaannya.
Pull system adalah aksi untuk melayani permintaan. pull system sebagai suatu proses produksiyang mengalir dengan ekspektasi inventori sekecil mungkin.Push system adalah aksi untuk mengantisipasi kebutuhan, push system dengan prosesmanajemen dalam upaya mengurangi risiko stock-out.Perbedaan pull system dan push system yaitu bahwa sistem manufaktur push membutuhkanketersediaan inventori untuk mendukung kelancaran proses produksi, sedangkan sistemmanufaktur pull menghendaki ketiadaan inventori karena dipandang sebagai beban biaya
4.Berikan contoh dari pull system dan push system yang Anda ketahui.
Contoh dari pull system dan push system adalah pada pull system, sebuah mesin melakukan proses produksi hanya jika ada permintaan dari mesin yang akan melakukan proses selanjutnya.Sebaliknya pada push system,sebuah mesin melakukan proses produksi tanpa harus menunggu permintaan dari mesin yang akan melakukan proses berikutnya
5.Jelaskan mengenai Kanban serta Fungsi dan aturan Kanban yang Anda ketahui.
Kanban dalam bahasa jepang berarti “Visual record or signal”. Sistem produksi JITmenggunakan aliran informasi berupa kanban yang berbentuk kartu atau peralatan lainnyaseperti bendera,lampu dan lain-lain. Sistem kanban adalah suatu sistem informasi yang secaraharmonis mengendalikan “produksi produk yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan padawaktu yang diperlukan” dalam tiap proses manufakturing dan juga diantara perusahaan. MenurutTaiichi Ohno, Kanban adalah suatu alat untuk mengendalikan produksi”, yang digunakan dalammengendalikan aliran-aliran material melalui sistem produksi JIT dengan menggunakan kartu-kartu untuk memerintahkan suatu work center memindahkan dan menghasilkan material ataukomponen tertentu.
Fungsi Kanban :Kanban dalam sistem produksi Just In Time (JIT) mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
a) Memberikan informasi pengambilan dan pengangkatan
b) Memberikan informasi produksi
c) Berlaku sebagai perintah kerja yang ditempelkan langsung pada barang
d) Mencegah produk cacat dengan mengenali proses yang membuat cacat.
e) Mengungkap masalah yang ada dan mempertahankan pengendalian persediaan.
f) Pengendalian visual (visual control)
g) Perbaikan proses dan operasi manual.h) Alat untuk melakukan improvement

Aturan – aturan Kanban :
Peraturan 1:
Proses berikutnya harus menarik (mengambil) produk yang diperlukan dari proses sebelumnyadalam jumlah yang diperlukan dan pada saat yang diperlukan (sesuai dengan yang tercantumdalam kanban). Syarat penting untuk peraturan pertama ini adalah pelancaran produksi yaitu produksi harianyang ditingkatkan dan jumlah lot 1 unit, diperlukan untuk dapat ditarik dengan lancar dari prosessebelumnya. Sub peraturan yang harus dipenuhi antara lain:
1. Setiap pengambilan tanpa kanban harus dilarang
2. Setiap pengambilan yang lebih besar dari jumlah kanban harus dilarang3. Kanban yang harus ditampilkan pada produk fisik.
Peraturan 2:
Produk yang rusak tidak boleh diteruskan ke proses berikutnya.Jika suatu produk rusak ditemukan oleh proses berikutnya, maka proses berikut ini akanmenghentikan lininya, karena tidak memiliki persediaan, dan akan mengirim kembali produk yang rusak ini kepada proses sebelumnya
Peraturan 3:
Jumlah kanban harus sekecil mungkin.Mengingat jumlah kanban menyatakan persediaan maksimum suatu suku cadang, maka jumlahini harus dijaga sekecil mungkin. Toyota menganggap tambahan tingkat persediaan sebagai asal mula semua jenis pemborosan.
Peraturan 4:
1. Sistem kanban harus dipergunakan untuk menyesuaikan dengan fluktuasi permintaan yang kecil saja (penyetelan produksi dengan kanban). Penyetelan produksi dengan kanban,mempunyai arti sebagai berikut: Keadaan dimana tidak ada perubahan beban produksi seluruhnya dalam sehari, tetapi hanya perubahan jenis, tanggal penyerahan, dan jumlahnya. Dalamhubungan ini, sistem kanban dapat dianggap sebagai alat yang paling ekonomis untuk suatusistem informasi.
2. Keadaan dimana ada perubahan jangka pendek dalam beban produksi sehari-hari, meskipun jumlah bulanan tetap sama. Untuk keadaan ini frekuensi gerakan kanban akan ditingkatkan atau dikurangi. Keadaan dimana ada perubahan permintaan musiman atau perubahan permintaan bulanan di luar beban yang sudah ditentukan. Untuk keadaan ini jumlah kanban harus ditambahi atau dikurangi, dan pada waktu bersamaan semua lini produksi harus diatur kembali.