Jumat, 26 April 2013

Tugas 1 Perilaku Organisasi


1. Jelaskan hubungan antara:
 a. Kepuasaan kerja dan ketidakhadiran (absensi) pegawai?
 b. Kepuasan kerja dan pengunduran diri pegawai?
 c. Hubungan manakah yang lebih kuat?
2. "Pimpinan perusahaan hendaknya melakukan segala yang dapat mereka
 lakukan untuk meningkatkan kepuasaan kerja pegawai".
 Apakah Anda sependapat dengan pernyataan tersebut? Berikan alasannya.
3. Berikan persepsi Anda mengenai tindakan kita sendiri bisa berbeda dari
 persepsi kita tentang tindakan orang lain?

JAWABAN

1.     A. Hubungan antara kepuasan kerja dengan absensi pegawai

Menurut Porter dan Steers, ketidakhadiran sifatnya lebih spontan dan kurang mencerminkan ketidakpuasan kerja. Tidak adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan ketidakhadiran Karena ada dua faktor dalam perilaku hadir yaitu motivasi untuk hadir dan kemampuan untuk hadir.
Sementara itu menurut Wibowo, antara kepuasan dan ketidakhadiran/kemangkiran menunjukkan korelasi negatif. Sebagai contoh perusahaan memberikan cuti sakit atau cuti kerja dengan bebas tanpa sanksi atau denda termasuk kepada pekerja yang sangat puas.

B. Hubungan antara kepuasan kerja dengan pengunduran diri pegawai

Sedangkan berhenti atau keluar dari pekerjaan mempunyai akibat ekonomis yang besar, maka besar kemungkinannya berhubungan dengan ketidakpuasan kerja. Menurut Robbins, ketidakpuasan kerja pada pekerja dapat diungkapkan dalam berbagai cara misalnya selain dengan meninggalkan pekerjaan, mengeluh, membangkang, mencuri barang milik perusahaan/organisasi, menghindari sebagian tanggung jawab pekerjaan mereka dan lainnya.

 C. Yang lebih kuat adalah hubungan antara kepuasan kerja dengan pengunduran diri pegawai.
                                                    

2.    Sangat sependapat. Karena kepuasan kerja merupakan faktor penting dalam kemajuan perusahaan.  Kepuasan kerja dapat meningkatkan disiplin karyawan, karyawan akan datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai waktu yang ditentukan, meningkatkan semangat kerja dan loyalitas terhadap perusahaan.

3.    Setiap orang  pasti akan menilai tindakannya sendiri lebih baik daripada tindakan orang lain. Kita akan cenderung mudah melihat keasalahan atau kekurangan pada orang lain daripada pada diri kita sendiri. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar