Jumat, 26 April 2013

Tugas 3 Perilaku Organisasi


1.Apapun bentuk organisasi, konflik dapat terjadi. Bagaimana menurut pendapat Anda?
                                                                 
2.Apakah Anda pernah mengalami konflik? Jelaskan bagaimana cara Anda menyelesaikan konflik tersebut.

3.Jelaskan mengenai hubungan tingkat konflik terhadap kinerja.

JAWABAN

1.       Apapun organisasinya, tidak  akan dapat terhindar dari yang namanya konlik. Karena organisasi merupakan kumpulan dari beberapa orang yang memiliki watak, kepribadian, dan cara berfikir yang berbeda-beda. Dan karena perbedaan itulah konflik sering terjadi.
2.       Pasti pernah. Cara saya untuk mengatasi konflik tersebut yaitu dengan mengidentifikasi penyebab konflik, berfikir lebih tenang dan berusaha memecahkan masalah bersama-sama agar mendapat solusi yang terbaik.
3.       Apabila penanganan konflik dilakukan secara optimal akan menghasilkan kinerja yang maksimal. Bilamana tingkat penanganan konflik itu terlalu rendah, kinerja organisasi bisa mengalami stagnansi, dan kelangsungan hidup organisasi terancam. Di lain pihak, bila tingkat konflik terlalu tinggi, kekacauan dan perpecahan juga bisa membahayakan kelangsungan hidup organisasi. Konflik dapat menghambat kinerja apabila dibiarkan berkepanjangan dan tidak mendapatkan penyelesaian yang jelas. Akan tetapi, konflik akan mendorong kinerja karyawan menjadi lebih baik apabila dikelola dan dikendalikan dengan tepat.

Tugas 2 Perilaku organisasi


1. Jelaskan mengenai pengukuran kinerja dengan Behaviorally Anchored Rating Scales (BARS) dan berikan contohnya.

2. Apa yang Anda ketahui mengenai Key Performance Indicator (KPI) beserta contohnya.



JAWABAN


1.       Behaviorally Anchored Rating Scales (BARS) adalah penialaian yang dilakukan dengan menilai sikap dann perilaku kerja serta tanggung jawabnya dalam pelaksanaan pekerjaan. Metodde ini merupakan pengembangan dari metode rating scales, dimana didalamnya memberi seperangkat penjelasan perilaku kerja pada setiap point skala rating.
Contoh : mengukur kualitas kerja, maka ada sebuah pernyataan yang digunakan untuk menguraikan perilaku kerja yang dinilai.

2.       Key Performance Indicator (KPI)  adalah metrik finansial ataupun non-finansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi.
Contoh : diterapkan oleh teknik-teknik seperti kartu skor berimbang (BSC, balanced scorecard).

Tugas 1 Perilaku Organisasi


1. Jelaskan hubungan antara:
 a. Kepuasaan kerja dan ketidakhadiran (absensi) pegawai?
 b. Kepuasan kerja dan pengunduran diri pegawai?
 c. Hubungan manakah yang lebih kuat?
2. "Pimpinan perusahaan hendaknya melakukan segala yang dapat mereka
 lakukan untuk meningkatkan kepuasaan kerja pegawai".
 Apakah Anda sependapat dengan pernyataan tersebut? Berikan alasannya.
3. Berikan persepsi Anda mengenai tindakan kita sendiri bisa berbeda dari
 persepsi kita tentang tindakan orang lain?

JAWABAN

1.     A. Hubungan antara kepuasan kerja dengan absensi pegawai

Menurut Porter dan Steers, ketidakhadiran sifatnya lebih spontan dan kurang mencerminkan ketidakpuasan kerja. Tidak adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan ketidakhadiran Karena ada dua faktor dalam perilaku hadir yaitu motivasi untuk hadir dan kemampuan untuk hadir.
Sementara itu menurut Wibowo, antara kepuasan dan ketidakhadiran/kemangkiran menunjukkan korelasi negatif. Sebagai contoh perusahaan memberikan cuti sakit atau cuti kerja dengan bebas tanpa sanksi atau denda termasuk kepada pekerja yang sangat puas.

B. Hubungan antara kepuasan kerja dengan pengunduran diri pegawai

Sedangkan berhenti atau keluar dari pekerjaan mempunyai akibat ekonomis yang besar, maka besar kemungkinannya berhubungan dengan ketidakpuasan kerja. Menurut Robbins, ketidakpuasan kerja pada pekerja dapat diungkapkan dalam berbagai cara misalnya selain dengan meninggalkan pekerjaan, mengeluh, membangkang, mencuri barang milik perusahaan/organisasi, menghindari sebagian tanggung jawab pekerjaan mereka dan lainnya.

 C. Yang lebih kuat adalah hubungan antara kepuasan kerja dengan pengunduran diri pegawai.
                                                    

2.    Sangat sependapat. Karena kepuasan kerja merupakan faktor penting dalam kemajuan perusahaan.  Kepuasan kerja dapat meningkatkan disiplin karyawan, karyawan akan datang tepat waktu dan menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai waktu yang ditentukan, meningkatkan semangat kerja dan loyalitas terhadap perusahaan.

3.    Setiap orang  pasti akan menilai tindakannya sendiri lebih baik daripada tindakan orang lain. Kita akan cenderung mudah melihat keasalahan atau kekurangan pada orang lain daripada pada diri kita sendiri. 

Kamis, 25 April 2013

Tugas 3 Manajemen


1.       Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip Good Corporate Governance ?
2.       Sebutkan 3 elemen yang tidak terpisahkan dengan ciri-ciri Good Governance ?
3.       Apa tujuan perusahaan untuk pengendalian stratejik yang merupakan salah satu instrumen pengendalian stratejik perusahaan ?
4.       Jelaskan ruang lingkup dan tindak lanjut Good Corporate Governance yang berhubungan dengan review / revisi atau penyempurnaan berbagai peraturan yang mencantumkan sanksi atas pelanggaran ?
5.       Bagaimanakah cara melakukan pengukuran dan penilaian terhadap pelaksanaan Good Corporate Governance ?
JAWABAN

1.       Prinsip-prinsip Good Corporate Governance:

(a). Transparansi (transparacy)

Keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan kepada stakeholders.



 (b). Akuntabilitas (accountability)

Prinsip ini memuat kewenangan-kewenangan yang harus dimiliki oleh dewan komisaris dan direksi beserta kewajiban-kewajibannya kepada pemegang saham dan stakeholders lainnya. Dewan direksi bertanggung jawab atas keberhasilan pengelolaan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemegang saham. Komisaris bertanggung jawab atas keberhasilan pengawasan dan wajib memberikan nasehat kepada direksi atas pengelolaan perusahaan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Pemegang saham bertanggung jawab atas keberhasilan pembinaan dalam rangka pengelolaan perusahaan.

(c) Pertanggungan-jawab ( responsibility)

Prinsip ini menuntut perusahaan maupun pimpinan dan manajer perusahaan melakukan kegiatannya secara bertanggung jawab. Sebagai pengelola perusahaan hendaknya dihindari segala biaya transaksi yang berpotensi merugikan pihak ketiga maupun pihak lain di luar ketentuan yang telah disepakati, seperti tersirat pada undang-undang, regulasi, kontrak maupun pedoman operasional bisnis perusahaan.

(d) Keterbukaan (transparancy)

Dalam prinsip ini, informasi harus diungkapkan secara tepat waktu dan akurat. Informasi yang diungkapkan antara lain keadaan keuangan, kinerja keuangan, kepemilikan dan pengelolaan perusahaan. Audit yang dilakukan atas informasi dilakukan secara independen. Keterbukaan dilakukan agar pemegang saham dan orang lain mengetahui keadaan perusahaan sehingga nilai pemegang saham dapat ditingkatkan.

(e) Kewajaran (fairness)

Seluruh pemangku kepentingan harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan perlakuan yang adil dari perusahaan. Pemberlakuan prinsip ini di perusahaan akan melarang praktek-praktek tercela yang dilakukan oleh orang dalam yang merugikan pihak lain. Setiap anggota direksi harus melakukan keterbukaan jika menemukan transaksi-transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

(e) Kemandirian (independency)

Prinsip ini menuntut para pengelola perusahaan agar dapat bertindak secara mandiri sesuai peran dan fungsi yang dimilikinya tanpa ada tekanan-tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan sistem operasional perusahaan yang berlaku. Tersirat dengan prinsip ini bahwa pengelola perusahaan harus tetap memberikan pengakuan terhadap hak-hak stakeholders yang ditentukan dalam undang-undang maupun peraturan perusahaan.

2.       3 Elemen Good Governance :

-          Elemen penyelenggara negara
-          Elemen masyarakat
-          Elemen pelaku bisnis
3.       Tujuan pengendalian strategik perusahaan adalah untuk mengevaluasi kemajuan perusahaan, melacak suatu strategi saat dilaksanakan, mendeteksi masalah-masalah atau perubahan-perubahaan dalam asumsi dasarnya dan membuat penyesuaian yang diperlukan.
4.       Mereview, merevisi, menyempurnakan berbagai peraturan sesuai dengan prinsip GCG dan menyeberluaskan kepada semua anggota organisasi. Setiap peraturan dan kebijakan yang dibuat harus mencantumkan ancaman sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan setiap anggota.
5.        Pengukuran dan Penilaian PelaksanaanGCG
Untuk memaksimalkan pelaksanaan GCG, maka diperlukan sebuah lembaga yang berfungsi memonitor, menilai dan mengevaluasi pelaksanaan Good Corporate Governance, seperti:
1.Komite audit yang dibentuk oleh dewan komisaris danmelaporkan pelaksanaaan tugasnya kepada dewan komisaris
2.Badan pemantauan dan evaluasi penerapan GCG yang dibentukoleh direksi dengan surat keputusan tersendiri
3.Pengawasan atas kebenaran penilaian ke dalam bentuk laporankorporat
4.Analisis untuk evaluasi guna penyempurnaan proses, hasil, dandampaknya


Tugas 2 Manajemen


1.       Bagaimanakah langkah-langkah yang akan Anda lakukan untuk pelaksanaan (proses) pengorganisasian dalam organisasi Anda sehingga pekerjaan dan anggota organisasi menjadi satu kesatuan yang harmonis? Dan bentuk struktur organisasi seperti apa yang akan anda gunakan?
2.       Jelaskan proses pelaksanaan delegasi (pendelegasian tugas)!


JAWABAN:


1.       - Perincian seluruh kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
-Melakkukan konsolidasi secara rutin dan teratur agar terjalin suasana kekeluargaan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja organisasi.
- Membuat kebijakan-kebijakan yang tepat dan adil untuk perkembangan organisasi dan anggota.
-menjadikan organisasi dan para anggota  sebagai “keluarga kedua”, agar tidak terbentuk jarak yang terlalu jauh diantara para anggota yang akan menyebabkan kurang berhasilnya kerja sama.
- Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme (hubungan, komunikasi, keterkaitan) untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. Mekanisme pengkoordinasian akan membuat para anggota organsasi menjaga perhatiannya pada tujuan organisasi serta dapat mengurangi ketidak efisienan dan konflik-konflik yang merusak.

Struktur organisasi yang akan digunakan adalah DIVISIONAL. Karena Cepat tanggap, fleksibilitas pada lingkungan yang tidak stabil,Memperhatikan kebutuhan konsumen,Koordinasi yang luar biasa lintas departemen fungsional,Pembebanan tanggung jawab yang jelas bagi permasalahan produk,Penekanan terhadap keseluruhan produk dan tujuan divisional,Pengembangan keterampilan manajemen umum.

2.       Proses pendelegaasian tugas :
-identifikasi semua pekerjaan dan mengukur durasi setiap pekerjaan tersebut
-Mengidentifikasi kemampuan karyawan
-Pembinaan dan pelatihan
-Monitoring dan evaluasi

Tugas 1 Manajemen


  1. Sejarah perkembangan Teori Manajemen dapat dilihat melalui: 1). Periode waktu 2). Aliran manajemen dan 3). Kontributornya. Jelaskan sejarah perkembangan manajemen DIlihat dari ke tiga aspek tersebut.
  2. Uraikan bagaimana suatu proses perencanaan dilakukan serta uraikan langkah-langkah untuk mengambil keputusan.
JAWABAN

1.     Sejarah perkembangan Manajemen


·         Aliran Klasik : Manajemen Ilmiah

Pada masa alairan manajemen ilmiah, produktivitas menjadi masalah utama. Oleh karena itu para manajer mulai mencari bagaimana cara menggunakan karyawan secara  lebih efisien. Para manajer mulai berfokus cara meningkatkan kinerja karyawan. Para ahli yang menganut aliran manajemen ilmiah antara lain:
Frederick W Taylor  (Bapak manaj Ilmiah), mengemukakan arti ilmiah : penerapan studi, analisis, pemecahan masalah, dan mekanisme
Ada 4 prinsip dasar pendekatan ilmiah untuk mencapai efisisensi (Taylor):
1.       pengembangan metode
2.      seleksi ilmiah untuk karyawan
3.      pendidikan dan pengembangan ilmiah
4.      kerjasama
 shop manajemen Taylor
1.     manajemen yang sehat membayar upah yang tinggi
2.    mencapai tingkat pembiayaan satuan produksi yang rendah
3.    penempatan pegawai secara ilmiah
4.    tataruang dilakukan secara ilmiah
5.    pelatihan pegawai secara ilmiah
6.    menciptakan suasana kerja penuh persahabatan
Herrington E merson (1853-1931) mengemukakan prinsip-prinsip Efisiensi  sebagai berikut:
1.     tujuan dirumuskan dengan jelas
2.    kegiatan yangdilakukan masuk akal
3.    adanya staf yang cakap
4.    disiplin
5.    balas jasa yang adil
6.    laporan terpercaya, segera, dan akurat
7.    pemberian perintah
8.    adanya standar setiap kegiatan
9.    kondisi yang distandardisasi
10.  operasi
11.   instruksi praktis tertulis
12.  rencana insentif

·         Aliran klasik : Teori Organisasi

HENRY FAYOL (1841-1925)
Pada prinsip ini (klasik) manajemen mendasarkan pada pembagian kerja, wewenang, disiplin, kesatuan perintah, pengarahan, balas jasa, sentralisasi, garis wewenang, order (orang pada tempat dab waktu yang tepat), keadilan, stabilitas staf organisasi, inisiatrif dan semangat korps.
     CHARLES BABBAGE (1782-1871)
     Prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi
     HERBERT SIMON  perilaku administrasi tidak sepenuhnya rasional. Ia membedakan manusia ekonomi dan manusia administrasi
    CHESTER I BARNARD Ia mementingkan interaksi, pengambilan keputusan berdasarkan aspek logis dan non logis
     MARY PARKER FOLLET Manusia mampu berkembang karena memiliki intelegensi dan imaginasi. Manajemen menyerasikan dan mengkoordinasi usaha kelompok.
Perspektif manajemen klasik menyediakan banyak teknik dn pendekatan terhadap manajemen yang masih relevan hingga saat sekarang. Sebagai contoh pemahaman secara menyeluruh mengenai sifat pekerjaan yang dilaksanakan, pemilihan orang yang tepat melakukan pekerjaan tersebut, malakukan keputusan dengan pendekatan rasional.


·         Aliran Neo Klasik : Hubungan Manusiawi

Pendukung awal dari aliran manajemen klasik memandang organisasi dan pekerjaan dari sudut mekanistik yaitu manajer berusaha untuk mengkonsepkan organisasi sebagai mesin dan pekerja sebagai roda penggerak dari mesin tersebut. Pada aliran ini  prinsipnya adalah bahwa manajemen untuk menghasilkan efisiensi produk dan keharmonisan kerja.Aliran neo klasik atau hubungan manusiawi atau manajemen perilaku menekankan   sikap dan proses perilaku kelompok dan individu dan mengakui pentingnya proses perilaku di tempat kerja
Penganut aliran ini seperti :
Hugo Munsterberg (bapak psikologi Industri) mengemukakan studi perilaku dapat memotivasi pekerja, faktor sosial dan budaya menjadi pokok perhatiannya. Teori Hugo dapat dilakukan dengan cara penemuan penggunaan orang “terbaik”, prosedur kerja, dan penggunaan “best posible effect’.
Elton Mayo mengemukakan bahwa faktor logik sangat kurng penting dibanding faktor emosional dalam mendukung produktivitas dan efisien, pekerjaan harus memenuhi tuntutan pribadi.
Studi Howthorne. Merupakan serangkaian percobaan perilaku di tempat kerja. Percobaan ini melibatkan sekelompok pekerja yang dimonitor terus oleh peneliti dan hasil menunjukkan ada perubahan produktivitas akibat dari kondisi kerja yang berubah.. Kondisi penerangan yang ditambahkan pada kelompok pekerja yang dipercobakan  dapat meningkatkan bertambahnya produktivitas.
     Gerakan hubungan manusia menyatakan bahwa pekerja merespon terutama terhadap konteks sosial dari tempat kerja termasuk pengkondisian sosial, norma kelompokdan dinamika interpersonal. Contoh teori X dan Y . teori X suatu pandangan yang  negatif mengenai pekerja dan konsistensinya. Teori Y suatu pendangan positif mengenai pekerja (Teori X orang tidak suka bekerja dan mereka berusaha menghindarinya, teori Y pekerjan merupakan suatu bagian yang alami dari hidup mereka)

·         Aliran Manajemen Modern

Pada aliran manajemen modern ini  menekankan manajemnen sebagai perilaku organisasi. Aliran manajemen modern ini memberi pandangan yang penting mengenai motivasi, dinamika kelompok dan proses-proses interpersonal lainnya dalam organisasi. Manajemen memfokuskan perhatian manajer pada proses-proses tersebut dan memandang bahwa karyawan merupakan sumber yang berharga, tidak lagi menganggap bahwa karyawan merupakan alat.  Menurut Peter Drucker. Efisiensi harus  mempertimbangkan aspek kemanusiaan, manajemen merupakan disiplin yang humanis, karenanya tidak mementingkan kuantitas. Manajmen berkaitan dengan motivasi, pandangan hidup, nilai, konflik dan kerjasama.. Pendekatan dalam manajemen modern  dilakukan melalui pendekatan sistem dan kontingensi.
Pendekatan sistem . Organisasi  sebagai suatu kesatuan yang terdiri bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Organisasi sebagai sistem dapat memberikan pandangan penting dari sudut  konsep sistem terbuka, dan subsistem. Sistem terbuka adalah sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya dan subsistem adalah sistem di dalam sistem yang lebih luas. Contoh  fakultas-fakultas, bagian keuangan, bagian kemahasiswaan, bagian perlengkapandan lain-lain di dalam  suatu perguruan tinggi.Manajer harus mengingat bahwa antar subsistem tersebut saling mempunyai ketergantungan meskipun masing-masing subsistem dapat dikelola secara otonom.

2.  Proses Perencanaan

- menentukan tindakan untuk mencapai tujuan, mengevaluasi apa yang telah dicapai sampai sekarang sesuai dengan hasil yang diinginkan

-mengembangkan dasar pemikiran tentang masa depan, memunculkan skenario  
 alternatif untuk keadaan masa datang, menganalisis alternatif tersebut untuk 
 melihat segala sesuatu yang mungkin membantu atau menghalangi dalam  
 mencapai tujuan

-menganalisis alternatif tindakan dan membuat suatu rencana untuk mencapai
Tujuan

-mengimplementasi rencana dan mengevaluasi hasilnya.



:: Langkah-Langkah mengambil keputusan ::


1. Menyelidiki Situasi :
• Idetifikasi masalah
• Identifikasi tujuan
• Mendiagnosis penyebab
2. Mengembangkan Alternatif
• Mencari alternative yang kreatif
3. Menilai dan Memilih Alternatif yang terbaik
4. Mengembangkan dan Menindaklanjuti.
• Merencanakan implementasi
• Mengiplementasikan rencana
• Memonitor implementasi dan membuat penyesuaian yang diperlukan


Sabtu, 20 April 2013

Tugas 3 Pengantar Bisnis


1. Diferensiasi, biaya rendah, dan respons yang cepat dapat dicapai saat manajer membuat keputusan efektif dalam sepuluh wilayah Manajemen Operasi. Keputusan ini dikenal sebagaikeputusan operasi (operation decisions). sebutkan sepuluh keputusan Manajemen Operasi yang mendukung misi dan menerapkan strategi !
2. Jelaskan empat tahapan siklus produk !
3. Menurut anda pemasaran untuk barang konsumsi, dan jasa sama saja?bagaimana kaitkannya dengan strategi segmentasi pasar? Apa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dengan melakukan segmentasi pasar?
4. Apa yang dimaksud dengan pemasaran holistik?apa perbedaannya dengan pemasaran tradisional?tolong jelaskan bagaimana pemasaran holistik membuat perusahaan dapat merancang penawaran pemasaran yang unggul?

JAWABAN

1.       Sepuluh keputusan Manajemen Operasi yang mendukung misi dan menerapkan strategi :

1. Mutu
2. Desain Barang dan Jasa
3. Desain Proses dan Kapasitas
4. Seleksi Lokasi
5. Desain tata letak
6. Manusia dan sistem kerja
7. Manajemen dan rantai pasokan
8. Persediaan
9. Penjadwalan
10. Pemeliharaan

2.       4  tahapan siklus produk :

1. Tahap perkenalan (introduction).
pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

2. Tahap pertumbuhan (growth).
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4. Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas.

3.       Berbeda. Kaitannya  strategi segmentasi pasar  dengan pemasaran barang konsumsi dan jasa adalah segmentasi pasar merupakan langkah pertama dalam strategi pemasaran tiga tahap. Segmentasi pasar  dapat menentukan sasaran yg tepat dalam memasarkan barang atau jasa tsb.
Manfaat dari segmentasi pasar:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi   segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode         periode dimana reaksi pasar cukup besar.

4.       Pemasaran Holistik merupakan suatu konsep pemasaran menyeluruh, yaitu konsep dimana para pemasar berusaha untuk meningkatkan kesadaran dari suatu kebutuhan konsumen agar didapat pendekatan yang lebih lengkap dan menyatu (kohesif) sehingga melebihi aplikasi konsep pemasaran secara tradisional.
Bedanya dengan pemasaran tradisional adalah jangkauan holistic lebih luas dan lebih mengedepankan hubungan jangka panjang.
pemasaran holistik membuat perusahaan dapat merancang penawaran pemasaran yang unggul yaitu dengan sinergitas tiga pelaku dalam industri yang terdiri dari, (i) pelanggan yaitu masyarakat pengguna sebagai target pasar perusahaan, (ii) perusahaan yaitu pelaku usaha dalam industri, dan (iii) pemasok yaitu salah satu pihak yang menunjang kesinambungan pasokan barang perusahaan. Ketiga pelaku utama dalam industri itu bertanggung jawab melakukan eksplorasi nilai, penciptaan nilai, dan penyampaian nilai. mengelola rantai nilai ketiga pelaku tersebut agar mampu menghantarkan produk yang berkualitas tinggi.